Jumat, 09 November 2012

Burung malurus belajar ngoceh sejak di dalam telur

Burung malurus belajar ngoceh sejak di dalam telur


Spesies burung Malurus cyaneus merupakan salah satu jenis burung pengicau paling fenomenal. Selain cantik dan punya kicauan bagus, burung endemik Australia ini sudah belajar ngoceh sejak di dalam telur, atau ketika masih berujud embrio.
Hal ini diketahui setelah Sonia Kleindorfer, pengamat perilaku hewan di Flinders University, Adelaide, melakukan penelitian bersama timnya selama beberapa bulan terhadap burung yang memiliki nama internasional Superb Fairy-wren itu.
Burung Malurus
MALURUS JANTAN (KIRI) DAN BETINA

Burung malurus mudah dibedakan jenis kelaminnya. Burung betina memiliki bulu-bulu berwarna krem dan coklat muda di bagian atas, sedangkan bagian dada hingga perut berwarna putih.
Burung jantan memiliki penampilan yang lebih cantik. Bagian atasnya berwarna hitam, dengan warna kepala biru muda. Sedangkan bagian dada berwarna cyan (sesuai dengan nama belakang spesiesnya, cyaneus), dan perutnya putih seperti burung betina.
Kleindorfer melakukan penelitian ini dengan cara merekam suara burung. Lewat riset, timnya mengetahui ada 11 elemen nada yang dinyanyikan burung saat mengerami telurnya. Artinya, burung sudah mengajari calon anaknya bernyanyi sejak masih di dalam telur.
Bahkan, dari 11 elemen tersebut, ada satu elemen unik pada individu burung yang merupakan password (kata kunci) untuk mendapatkan makanan. Elemen nada unik inilah yang harus dinyanyikan ketika embrio ini menetas menjadi piyik.
Hasil riset menunjukkan, induk biasanya akan berkicau dengan nada tertentu di dekat telur anakannya. “Selain mengajari calon anaknya, induk juga mengajari pasangannya bernyanyi,” kata Kleindorfer, yang menjadi ketua tim peneliti.
Menurut Kleindorfer, nyanyian harus dikuasai oleh anaknya sejak embrio sampai menetas. Jika tidak, ia tidak akan mendapat makanan dari induknya. Sebab bagi anakan, nyanyian ini memang berfungsi sebagai password untuk mendapatkan makanan. Adapun bagi induk, nyanyian anaknya berfungsi untuk membantunya di malam hari dalam membedakan apakah itu anaknya atau burung malam yang sering mengganggu sarangnya.
Burung Malurus
MERAYU: MALURUS JANTAN SEDANG MERAYU BETINA
Selama ini, para ilmuwan memang telah mengetahui bahwa Malurus cyaneus bisa membedakan spesies satu dan lainnya dengan nyanyian. Namun, Kleindorfer tidak menduga kalau burung ini sudah belajar bernyanyi sejak tahap yang sangat dini.
“Kami tidak pernah mengetahui sebelumnya kalau ada proses belajar sejak tahap embrio,” kata Kleindorfer, seperti diberitakan Scientific American, Kamis (8/11). Hasil riset ini bisa menjadi awal untuk mempelajari adanya tahap belajar sebelum kelahiran pada hewan lain.
Menurut Kleindorfer, strategi burung memakai nyanyian sebagai password adalah cara jitu untuk melawan burung-burung parasit yang suka menyamar. Bagaimana komentar ilmuwan lainnya? “Ini adalah cara melawan parasitisme yang belum pernah terpikirkan sebelumnya,” kata John Endler, pakar ekologi dan evolusi dari Deakin University.
Ya, makin unik dan fenomenal ketika kita mengamati kebiasaan dan perilaku burung-burung di dunia ini, termasuk burung pengicau. Karena itulah, kita makin menyayangi burung. Setuju?

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar